Translate

Friday, February 24, 2017

My First Book, My Favorite

Mengenalkan buku dan kebiasaan membaca untuk anak-anak bisa di mulai sedini mungkin,
bahkan ketika masih bayi pun kita bisa mulai mengenalkan softbook yang aneka warna. kali ini kita mau kenalkan salah satu buku bacaan buat anak-anak yang cukup bagus

HALO BALITA
Paket buku Halo Balita dapat menjadi teman pertama bagi Anak-anak kita dan membantu kita menanamkan nilai-nilai dasar kebaikan bagi mereka. Paket buku Halo Balita juga dapat menjadi bagian dalam upaya kita memupuk minat baca pada anak semenjak dini, tentunya karena membaca buku-buku yang menarik dan bermanfaat.

Paket buku Halo Balita terdiri dari 25 buku cerita anak, (9 buku melatih kebiasaan dan kemandirian anak + 11 buku melatih moral + 5 buku untuk melatih dan menumbuhkan keimanan anak, 1 buku panduan untuk orang tua + boneka tangan).
5 Jilid SPIRITUAL
Topik ini adalah yang paling utama untuk kita kenalkan kepada Anak, tentang Siapa di balik semua yang mereka lihat di sekitarnya. Tentang bagaimana mengembangkan awal keyakinannya dalam kehidupan beragama, membantu Anak mengenal nilai-nilai dasar agama serta praktik-praktik ibadah di dalamnya.
Ada 5 Jilid utama dalam Paket Buku Halo Balita ini, yaitu yang dengan judul Aku Sayang Allah, Aku Sayang Rasulullaah, Aku Bisa Wudhu dan Shalat, Aku Belajar Puasa, dan Aku Cantik Pake Jilbab.

5 Jilid Spiritual – Halo Balita
9 Jilid SELF HELP
Selain 5 Jilid utama yang membangkitkan kesadaran mereka dalam beragama juga ada 9 Jilid Self Help yang berisi cerita-cerita yang membantu anak untuk mempelajari keterampilan dasar, membentuk kebiasaan-kebiasaan, serta mendorong sikap mandiri.
Kesembilan Jilid tersebut berjudul Aku Bisa Makan Sendiri, Aku Bisa Mandi Sendiri, Aku Bisa Pakai Baju Sendiri, Aku Berani Tidur Sendiri, Aku Bisa Merapikan Mainan Sendiri, Aku Suka Buku, Aku Selalu Hati-hati, Aku Berani ke Dokter, dan Aku Senang Keliling Kota

11 Jilid VALUE
Selain 5 Jilid Spiritual dan 9 Jilid Self Help masih ada 11 Jilid Value yang berisi cerita-cerita yang mendorong anak untuk menginternalisasi nilai moral, seperti menghormati orang tua, menyayangi sesama, sikap sabar dan sopan santun.
Sebelas jilid ini berjudul Aku Suka Menabung, Aku Anak Jujur, Aku Anak Pemberani, Aku Belajar Membuang Sampah, Aku Sayang Teman, Aku Sayang Bibi, Aku Anak Santun, Aku Sayang Keluargaku, Aku Anak Sabar, Aku Suka Berterima Kasih, dan Aku Sayang Kumi


11 Jilid Value – Halo Balita

11 Jilid VALUE

Jilid-jilid pada kelompok value ini, berisi cerita-cerita yang mendorong anak untuk menginternalisasi nilai moral, seperti menghormati orang tua, menyayangi sesama, sikap sabar dan sopan santun.
Aku Suka Menabung
Aku Anak Jujur
Aku Anak Pemberani
Aku Belajar Membuang Sampah
Aku Sayang Teman
Aku Sayang Bibi
Aku Anak Santun
Aku Sayang Keluargaku
Aku Anak Sabar
Aku Suka Berterima Kasih
Aku Sayang Kumi


Panduan untukHalo Balita

+ 1 Jilid Panduan Untuk Orangtua

Mengawali cerita-cerita dalam Paket Buku Halo Balita, ada halaman berisi petunjuk untuk orangtua yang memberikan gambaran tentang tujuan dari cerita yang akan disampaikan pada tiap bukunya. Pada bagian tersebut, juga disajikan tips-tips praktis untuk orangtua yang dapat diterapkan dalam melakukan pendampingan kepada Anak sesuai dengan tema yang disampaikan.

Setiap halaman dalam buku-buku Halo Balita dirancang agar Anak mudah menangkap informasi yang disampaikan. Cerita disampaikan dengan kalimat-kalimat pendek dan pemilihan kata yang sederhana . Gambar ditampilkan dalam bentuk dan warna yang nyaman untuk Anak-anak. Bahkan bukunya pun di desain agar benar-benar dapat mereka gunakan dengan nyaman karena bukan hanya hard cover tetapi juga hard page sehingga kecil kemungkinan akan robek ataupun terlipat.

Tetapi, meskipun setiap halamannya berbentuk hard page, di akhir cerita akan ada Halaman Interaktif menyediakan bagian yang bisa dibuka-tutup. Mengajak anak berinteraksi dengan buku, serta membantu menguatkan kesan anak terhadap cerita yang disampaikan.
Bonus : 3 buah Boneka Tangan + Hello Kids (Halo Balita versi Bahasa Inggris)

Paket buku Halo Balita dilengkapi dengan 3 buah boneka tangan sebagaimana karakter dalam buku juga 1 buku panduan orangtua dikemas dalam sebuah Dus kemasan yang bisa dipergunakan sebagai panggung boneka. Permainan boneka ini merupakan bagian dari proses penguatan kesan anak terhadap cerita yang disampaikan.

3 Boneka Tangan – Halo Balita

Ukuran :18 x 16. Hardcover. Kertas Isi Dupleks Tebal

Halo Balita versi Kumi kini bisa dibaca dengan  “Talking Pen Read Boy ”. Talking Pen yang bisa mengeluarkan suara sesuai alur cerita yang ada membuat Halo Balita versi Kumi semakin menarik. Membuat anak-anak mampu mengeksplorasi kosakata semenjak dini dan terstimulasinya imajinasi untuk kreatifitasnya

Talking Pen Halo Balita
Sekarang Halo Balita hadir dengan Aplikasi Augmented Reality

Augmented Reality adalah teknologi yang bisa memproyeksikan obyek dua dimensi menjadi obyek 3D yang lebih hidup dan interaktif. Augmented Reality Halo Balita ini diimplementasikan dalam bentuk aplikasi Android yang diinstall ke tablet/smartphone kita.
Jadi dengan Augmented Reality Halo Balita, Kita bisa melihat secara langsung karakter animasi  Sali, Saliha, Kumi dan tokoh lainnya dalam Halo Balita. Lewat Augmented Reality ini juga kita bisa mengikuti cerita dalam Halo Balita lebih hidup dan interaktif. Aplikasi Augmented Reality ini terdiri dari 25 judul seperti seri judul dalam buku Halo Balita. Aplikasi ini bisa didownload secara gratis di Google Play Store dan harus digunakan dengan Buku Halo Balita.



Wednesday, February 22, 2017

Resep Kaldu MPASI Homade

Haiii semua,
kali ini saya coba bagikan aneka resep kaldu yang biasanya saya pakai untuk campuran MPASI baby S dan baby M. bisa untuk tambahan rasa/ aroma bisa juga untuk kuah.. tapi mohon maaf ya, saya ga jago2 amat dalam hal memasak, sejauh ini anak2 suka sekali dengan kaldu buatan saya (atau mungkin karena tidak ada pilihan lain ya..hehehehe)


Kaldu Sayur

Bahan :
  1. 1 buah wortel buah/impor
  2. seledri 2 batang
  3. daun salam 4 lembar
  4. daun bawang 2 batang
  5. 500ml air

cara membuat :
  1. kupas wortel, cuci bersih dan potong dadu (besar)
  2. cuci bersih semua bahan, dam potong2 bentuk besar
  3. masukkan semua bahan untuk di rebus kurang lebih 10mt / sampai mendidih
  4. diamkan sampai dingin, buang semua bahan hingga tersisa airnya saja
  5. masukkan kedalam kantong klip kecil (+   5sendok makan) agar bisa di gunakan sesuai kebutuhan. bekukan dalam lemari es.

Kaldu Sapi

Bahan :
  1. 250Gr dading sapi untuk rendang
  2. Kaki sapi/ skengkel sapi untuk diambil sungsumnya
  3. daun bawang (iris besar2)
  4. Air untuk merebus (secukupnya/ + 1ltr )

cara membuat :
  1. cuci bersih semua bahan, rebus air dan semua bahan hingga mendidih dan daging matang sempurna   (+ 30mt)
  2. ambil sungsum tulang yang terdapat di kaki sapi/ skengkel dan biarkan larut dalam air (menjadi seperti minyak)
  3. diamkan sampai dingin, buang semua bahan hingga tersisa airnya saja
  4. masukkan kedalam kantong klip kecil (+   5sendok makan) agar bisa di gunakan sesuai kebutuhan. bekukan dalam lemari es.

Semoga postingan ini bermanfaat

jangan lupa follow & subscribe
IG : @mrsneene
youtube : Baby S &M youtube chanel

Monday, January 23, 2017

MPASI 6 Bulan - Favorite food

MPASI 6 Bulan - Favorite food

tepat tanggal 20 desember 2016 Baby M usia 6 bulan, alhamdulilah lulus ASI Esklusif.. perjuangannya memang tiada tara..hehe..Sekarang Baby M sudah mulai makan, tentunya mama pengen Baby M makan MPASI Homemade seperti waktu kakak si baby S.. dan tentunya tujuannya biar si baby  makin montok,gemol dan sehat (haha lebay)
Sudah 1 bulan sejak awal MPASI. akhirnya saya pun sudah mulai mengerti apa yang menjadi favoritenya dan apa yang tidak terlalu disukai.

Baby M termasuk anak yang gak picky eater. apa aja yang disajikan buat dia pasti mau di makan, tapi ada beberapa bahan yang dicampurkan kadang bikin selera makannya menurun.. yah namanya juga sedang penyesuaian..

awal MPASI kita masih pakai menu tunggal untuk makanan Baby M, di hari ke 14 sudah mulai masuk menu 4*, tapi masih belum berani coba Seafood dan Unggas. Dalam sebulan kemarin bahan makanan yang sudah pernah di buatkan menu antara lain :

1. Bahan - Karbo
    Jagung, Kentang, Havermut, Ubi Cilembu, Ubi jepang, Kabocha
2. Bahan - Sayuran
    Bayam Hijau, Sawi Putih, Pakcoy (sawi daging), Sawi Hijau, Terong, Wortel, Seledri, Kecambah
3. Bahan - Protein 
    Kacang Hijau, Kacang Merah, Tahu, Tempe, pernah di kasi ikan salmon, tapi sepotong keciiiil (hehe)
4. Bahan - Buah
    Pear, Pisang, Avocado, Melon, Pepaya, Jeruk Peras Manis

Masuk di bulan ke 7 mama bakal ngasi variasi yang lebih lengkap deh Dek Baby M!!! nanti kita sharing lagi menu di Bulan ke 7 ya...

di bawah ini mama sharing beberapa menu andalan mama untuk menu Baby M

*Havermout with Pear*
Bahan :
1. Havermout/ oats yang non instan
2. 1/2 buah pear segar

Cara memasak :
-Kukus buat pear yang sudah di kupas dan di cuci selama + 5mt   untuk menghilangkan  getahnya
-masak Oats di panci dengan sedikit air di atas kompor dengan api kecil
-Blender semua bahan menjadi satu di tambah sedikit air untuk mendapat kekentalan yang diinginkan
- MPASI Homemade siap di sajikan 


Bunny Kabocha 
Bahan :
1. 100 gr Kabocha / Pumpkin
2. Tempe 1 iris + tebal 3cm
3. 1/2 buah Wortel import / manis  
4. kaldu Sayur (Resep Kaldu disini)

Cara memasak :
- Godok semua bahan sampai matang (saya godog nya terpisah, untuk tempe dan wortel saya godok di satu wadah yang sama)
- semua bahan di blender menjadi satu
- MPASI Homemade siap di sajikan dengan kuah Kaldu sayur yang di buat terpisah)

ini foto si baby M lagi lahap makan menu2 tersebut, kadang samapi berebuatan sama si Kakak baby S


menu pure bayam

Menu Havermout with pear -- sampai berebut sama kakak

kakak ikutan makan menu havermout





Semoga postingan ini bermanfaat

jangan lupa follow & subscribe
IG : @mrsneene
youtube : Baby S &M youtube chanel


 

Bintik Merah Setelah Demam

ANAKKU DEMAM.....
sudah reda demam nya.. eh kok muncul bintil Merah2 di seluruh tubuhnya ya?
Apa ini DBD? atau Campak? bahayakah?

pertanyaan tersebut sedang menghantuiku dalam beberapa hari terakhir,, ceritanya si Baby M demam (dia lemes gitu) sejak Kamis pagi, hari jumat sore sudah dibawa ke DSA dan hasilnya ada sedikit radang di tenggorokannya. dapat obat dasi DSA langganan (obat nya ga harus habis) kalau demam turun boleh berhenti minum obatnya) sudah minum obat 2x eh demam sudah berangsur turun....

Masalah baru muncul ketika demam sudah turun, si Baby M sudah kembali ceria seperti biasa.. tp di bagian perut, punggung, dan beberapa di wajah muncul bintik2 merah.. seperti alergi (merahnya seperti kalau mama habis makan Unggas/ ikan teri). panic lah si mama ini... sempet mau contak DSA lagi via sms (karena kebetulan ini hari minggu dan sudah sore) ketakutan kalau ini Demam Berdarah Dengue (BDB) atau Campak/ Rubella atau apalah itu nama2 penyakit.. udah panic se panic2nya...

di sisi lain suami yang lebih berfikir logis langsung googling buat cari informasi, daripada kita panic sendiri ga dapat hasil..hehehe... (kebiasaan wanita) sambil tunggu jawaban sms dari DSA. ada beberapa artikel yang bahas soal bintik merah setelah demam... ini penjabarannya :

Apa Itu Roseola infantum?


Bercak merah mirip bunga mawar ini sama sekali tak membuat indah kulit bayi.

Roseola infantum. Nama cantik seperti bunga mawar ini adalah penyakit infeksi pada bayi yang gejalanya antara lain timbul bercak-bercak kemerahan di kulit seperti bunga mawar (sehingga disebut roseola). Infeksi ini kebanyakan diderita bayi umur 6 bulan sampai 2 tahun (infant). Namun, angka kejadian paling tinggi ditemukan pada bayi umur 6-12 bulan. Penyakit ini dikenal juga dengan nama exanthem subitum.

Ulah virus. Virus herpes tipe 6 (HHV-6) dan 7 (HHV-7) adalah biang keladi penyakit ini. Lebih dari 75% roseola infantum di Indonesia disebabkan virus herpes tipe 6 (HHV-6). Penularan penyakit ini biasanya akibat terkena percikan ludah penderita. Misalnya, tertular dari bayi lainnya ketika Anda membawa bayi periksa kesehatan rutin atau imunisasi di dokter. Bayi yang mungkin menularkan penyakit ini belum tentu menunjukkan gejala. Sebaliknya, bayi yang tertular akan menunjukkan gejala-gejala berikut.
  • Demam antara 39–40°C selama 3 hari. Bila ada riwayat kejang dalam keluarga, demam dapat disertai kejang. Bayi seringkali terlihat lemah tidak bertenaga, rewel, dan cepat mengantuk.
  • Ruam kemerahan muncul setelah demam turun. Ruam bisa muncul di seluruh tubuh, atau hanya pada bagian tertentu seperti sekitar wajah, leher dan dada. Bila bercak tersebut ditekan, akan terlihat bekas seperti halo (berbentuk bulat berwarna putih seperti awan). Ruam ini tidak berubah menjadi bernanah atau timbul cairan, dan tidak gatal. Mata bayi biasanya berair dan terlihat kemerahan, bibir pecah-pecah. Umumnya, bercak akan berubah warna menjadi hitam kecokelatan, hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu.
  • Lainnya: diare, batuk, pilek dan radang tenggorokan.
  • Komplikasi. Selain kejang, komplikasi lain yang mungkin timbul –meski sangat jarang terjadi– adalah pembengkakan kelenjar limfa di leher dan radang selaput otak (meningitis). Selain itu, dapat pula terjadi komplikasi yang berat seperti radang paru (pneumonia), yang dapat berakibat fatal.
Bedanya dengan campak. Ruam pada roseola infant timbul setelah demam anak turun, sementara pada campak muncul pada saat demam sedang tinggi.

Atasi dengan:
  • Turunkan demamnya. Beri obat penurun demam yang aman untuk anak, seperti asetominofen dan ibuprofen, baik dalam bentuk obat tetes atau sirup. Jangan gunakan aspirin, sebab bila bereaksi dengan virus dapat memicu timbulnya sindroma Reye (menyebabkan pembengkakan hati dan otak).
  • Kompres si kecil. Gunakan handuk atau lap bersih yang dibasahi air hangat. Tidak disarankan mengompres dengan es batu, air dingin, atau alkohol. Juga, jangan memandikan si kecil dengan air dingin.
  • Beri banyak cairan, untuk mencegah dehidrasi akibat demam tinggi dan berkeringat. Cairan yang diberikan bisa berupa ASI, air putih, larutan gula garam, cairan elektrolit (oralit) atau kaldu.
  • Bawa ke dokter atau rumah sakit, bila si kecil kejang, kesadarannya menurun, sesak napas, atau tidak mau makan dan minum.
  • Masa inkubasi penyakit ini rata-rata 5–15 hari, dan umumnya akan sembuh dalam waktu sekitar 1 minggu.
Roseola infantum sering disebut sebagai penyakit ke-6 atau sixth disease. Sebab, gejalanya yang berupa bercak kemerahan pada kulit, mirip dengan lima jenis penyakit lainnya. Urutan lima jenis penyakit yang memiliki gejala serupa itu adalah campak (penyakit 1), penyakit Dukes (penyakit 2), campak Jerman (penyakit 3), penyakit Scarlet (penyakit 4), dan eritrema infeksiosum (penyakit 5). Dari kelima jenis penyakit tersebut, roseola infantum kerap salah didiagnosa dan dianggap penyakit campak Jerman.


sekian penjelasannya, semoga Baby M cepat sembuh dan  artikel diatas bermanfaat.

jangan lupa follow & subscribe
IG : @mrsneene
youtube : Baby S &M youtube chanel

da banyak penyebab kenapa muncul bintik merah pada kulit bayi setelah demam, salah satu yang paling sering adalah roseola infantum, atau dikenal juga dengan Three-day-fever, karena memang ciri khas dari penyakit ini adalah munculnya ruam atau bintik-bintik setelah bayi mengalamai demam kurang lebih 3 hari. Apa itu roseola infantum? Roseola infantum adalah penyakit infeksi virus yang cukup ringan dan umum terjadi yang biasanya menyerang bayi atau anak-anak usia antara 6 bulan sampai 3 tahun. Ini disebabkan oleh sauatu jenis virus herpes, meskipun bukan tipe yang menular secara seksual. (Baca: Jenis-jenis Penyakit Herpes) Pada awal mula serangan, bayi akan mengalami demam yang tiba-tiba tinggi. Demam biasanya berlangsung tiga sampai lima hari dan mungkin berakhir tiba-tiba, diikuti oleh adanya ruam atau bintik-bintik merah pada kulit bayi setelah demam reda. Ruam bisa berlangsung selama berhari-hari atau hanya beberapa jam. Ruam berwarna merah muda dan bisa berupa bintik-bintik datar kecil atau menonjol. Ruam ini tidak gatal atau tidak nyaman, dan kontak dengan ruam itu sendiri tidak menyebarkan penyakit. Biasanya muncul pertama kali pada dada dan leher, tetapi dapat meluas ke lengan, kaki, dan wajah.
Bersumber dari: Bintik Merah pada Kulit Bayi Setelah Demam | Mediskus
Ada banyak penyebab kenapa muncul bintik merah pada kulit bayi setelah demam, salah satu yang paling sering adalah roseola infantum, atau dikenal juga dengan Three-day-fever, karena memang ciri khas dari penyakit ini adalah munculnya ruam atau bintik-bintik setelah bayi mengalamai demam kurang lebih 3 hari. Apa itu roseola infantum? Roseola infantum adalah penyakit infeksi virus yang cukup ringan dan umum terjadi yang biasanya menyerang bayi atau anak-anak usia antara 6 bulan sampai 3 tahun. Ini disebabkan oleh sauatu jenis virus herpes, meskipun bukan tipe yang menular secara seksual. (Baca: Jenis-jenis Penyakit Herpes) Pada awal mula serangan, bayi akan mengalami demam yang tiba-tiba tinggi. Demam biasanya berlangsung tiga sampai lima hari dan mungkin berakhir tiba-tiba, diikuti oleh adanya ruam atau bintik-bintik merah pada kulit bayi setelah demam reda. Ruam bisa berlangsung selama berhari-hari atau hanya beberapa jam. Ruam berwarna merah muda dan bisa berupa bintik-bintik datar kecil atau menonjol. Ruam ini tidak gatal atau tidak nyaman, dan kontak dengan ruam itu sendiri tidak menyebarkan penyakit. Biasanya muncul pertama kali pada dada dan leher, tetapi dapat meluas ke lengan, kaki, dan wajah. bintik merah setelah demam Pada saat bintik-bintik muncul di kulit bayi, dia sudah tampak sehat seolah tidak terjadi masalah apa-apa. Tetapi memang demikian, orang tua tak perlu khawatir karena dalam hitungan hari bintik merah akan menghilang dan tak ada lagi yang perlu dirisaukan. Apa penyebab bintik merah setelah demam lainnya? bagaimana membedakannya? Sangat penting bagi orang tua untuk mengamati setiap gejala khas pada penyakit yang sedang terjadi pada anak, termasuk masalah yang satu ini. Memang tidak hanya roseola infantum yang menyebabkan ruam yang berkaitan dengan demam, karena ada penyakit lain seperti campak (morbili), campak jerman (rubella), atau bahkan demam berdarah yang berbahaya. Berikut yang perlu diperhatikan untuk membedakannya terutama dengan campak: Roseola infantum tidak dimulai dengan gejala flu (batuk-pilek) yang ini terjadi pada penyakit campak (morbili). Pada awalnya Roseola infantum hanya ada suhu tinggi. Pada campak, suhu tubuh bayi akan tinggi lagi ketika ruam muncul. Sedangkan pada roseola infantum suhu tubuh benar-benar turun ke normal (sudah tidak demam) ketika ruam bintik merah muncul. Ruam khas dimulai pada tubuh dan jarang muncul di wajah. Sedangkan pada campak dan Campak Jerman ruam pertama kali muncul pada wajah. Bintik merah pada demam berdarah dengue atau yang disebut petekie terjadi karena perembesan kapiler darah sehingga darah bocor dan keluar ke kulit. Bintik merah pada demam berdarah memiliki karakteristik yang khas. Ciri bintik merah demam berdarah yaitu ketika kulit di sekitar bintik merah tersebut diregangkan maka bintik merah akan tetap ada atau tidak menghilang. Selangkapya baca di Benarkah ini Bintik Merah Demam Berdarah? Pada saat anak mengalami demam, penting sekali untuk memberinya banyak cairan dan membuatnya nyaman, ikuti juga petunjuk menurunkan demam pada anak dan petunjuk penggunaan obat demam paracetamol. Demikian pemaparan yang dapat kami sampaikan, konsultasikan dengan dokter untuk setiap kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan anak. Salam sehat selalu.
Bersumber dari: Bintik Merah pada Kulit Bayi Setelah Demam | Mediskus

Wednesday, January 11, 2017

Im comming back

Setelah hampir 3 tahun lama nya vacum dari kebiasaan tulis2 blog, karena di sibukan dengan urusan perbayi2an (yang sekarang udah ada 2)  akhirnya sempet (disempet2in) nulis lagi.. mungkin tema yang di bicarain kali ini lebih ke arah dunia anak, parenting, buku2 anak, dan seputar dunia ibuk²an 😂😂😂

pertama² mau cerita dulu kalau sekarang sudah ada 2krucil di rumah yang bakalan sering jadi topik bahasan.
1. si kk (baby S - 30 bulan)
    seperti kebanyakan anak seusianya, dia lagi aktif² nya, si sutradara kecil, si pemilih, si ceria, si pemakan segala, si pembangun suasana, si kritikus (papanya yang palingsering dikritik), si cengeng, si pemberani, si penyayang.... yah dia memang kompleks...

2. si dd (baby M - 6 bulan)
    basicly baby umur sgini belum begitu keliatan sifat nya seperti apa, tapi kira2 si dd ini tergolong si ramah, di ekspresif, si penakut (karena kl di tinggal sendirian dia nangis nya kejer banget kaya abis di apain gitu), si gembul, dan si penebar senyuman...

jarak kelahiran yang tidak bgitu jauh membuat keluarga kecilku ini semacam complicated.. ya capek, ya lucu, ya menguras tenaga, ya bisa jadi sumber kebahagiaan... pokoknya kalau di rumah bawaannya campur².. kalau pas lagi akur seneng banget liatnya, tappi jangan kira mereka itu akur terus, kadang si kk suka sirik sama barang2 yang di pake adeknya (pelitnya keluar) haha..berhubung si adek belom ngerti apa² jadi si adek woleees aja..

untungnya tim hore di rumah selalu siap siaga bahu membahu untuk ngurus 2 baby.
#smoch #kiss dear my hubby and my mom...

ini nih foto mereka pas lagi akur
baby m & baby s playing together

with mama
sekian dulu ya gaes... sampai ketemu di posting selanjutnya 👯😎
mrsneene
jangan lupa follow & subscribe
IG : @mrsneene
youtube : Baby S &M youtube chanel